Vidskippy 2.0

Perilaku Istri Yang Durhaka Pada Suami Menurut Islam

Pasti setiap orang mendambakan bisa membina satu keluarga yang sakinah, mawaddah, serta warahmah, dimana ada keselarasan dan kebahagian dalam hubungan yang tersambung didalam rumah tangga itu, hingga besar peluang keluarga yang mereka bina juga akan abadi. Satu diantara aspek pendorong terwujudnya keluarga yang serasi yaitu hadirnya seseorang istri yang senantiasa menggerakkan kewajibannya jadi seseorang istri, salah satunya adalah patuh pada perintah suaminya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

Berarti “Andai bisa kuperintahkan seorang untuk bersujud pada yang lain pasti kuperintahkan seseorang istri untuk bersujud pada suaminya. ” (HR. Tirmidzi)

Walau demikian, banyak dari beberapa istri yang kurang mengerti mengenai arti perlunya hal semacam itu, bahkan juga baik diakui maupun tidak mereka malah lakukan beberapa hal yang mendurhakai suaminya. Beberapa hal tersebut di antaranya :

1. Tidak patuh pada suami

Ciri ciri istri durhaka pada suami yang pertama yaitu istri tidak patuh pada perintah suami. Seseorang istri yang baik serta shalihah yaitu istri yang selalu patuh pada suami dalam kondisi serta keadaan apa pun. Dengan patuh pada suami, hal tersebut akan menumbuhkan rasa cinta serta kasih sayang dan kesetiaan suami pada istrinya. Walau demikian sebaliknya, bila istri tidak patuh pada suami, jadi besar peluang rasa kasih sayang, rasa cinta, dan kesetiaan suami juga akan hilang.

Islam mengatakan perbuatan seseorang istri yg tidak patuh pada suaminya sebagai nusyus yang berarti sikap membangkang. Berarti, istri yang lakukan nusyus yaitu istri yang melawan serta tidak mematuhi perintah suami (tidak patuh pada suami), dan tidak ridho atas kedudukan yang sudah diberi Allah SWT padanya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda :

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Artinya :

“Pernah di tanyakan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang terbaik? ” Jawab beliau, “Yaitu yang paling mengasyikkan bila diliat suaminya, mentaati suami bila diperintah, serta tidak menyelisihi suami pada diri serta hartanya hingga membuat suami tidak suka. ” (HR. An-Nasai serta Ahmad)

Dalam hadist yang beda, Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda :

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Artinya :

“Jika seseorang wanita senantiasa melindungi shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), dan benar-benar melindungi kemaluannya (dari perbuatan zina) serta betul-betul patuh pada suaminya, jadi disebutkan pada wanita yang mempunyai sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga lewat pintu mana saja yang engkau sukai. ” (HR. Ahmad serta Ibnu Hibban)

Dari dua hadist diatas kita dapat mengetahui kalau seseorang istri yang patuh pada suami yaitu salah satu ciri wanita yang baik, serta bagi wanita seperti itu, maka Allah SWT menjanjikan surga untuk mereka. Walau demikian sebenarnya banyak beberapa wanita yg tidak memahami juga akan arti perlunya mentaati perintah suami. Banyak argumen yang memicunya seperti status sosial dan latar belakang pendidikan yang dipunyai istri lebih tinggi dari suami, serta lain sebagainya.

Banyak perbuatan-perbuatan yang menjurus pada ketidaktaatan seorang istri pada suami, seperti :

  • Keluar rumah tanpa ada seizin dari suami
  • Berbicara yang menyakiti hati suami
  • Buka rahasia suami pada orang lain
  • Membelanjakan uang suami secara berlebihan tidak pada tempatnya
  • Menghianati suami, umpamanya berselingkuh dengan pria lain
  • Lupa atau tidak ingin melayani suami, baik dengan terang-terangan ataupun dengan samar.

2. Menuntut ada kesempurnaan dalam rumah tangga

Segala sesuatu yang berada di dunia ini tidaklah sempurna, termasuk juga sebuah rumah tangga. Karena kesempurnaan hanya punya Allah SWT semata. Saat seseorang wanita lihat film atau mungkin dengan membaca novel yang menceritakan mengenai kehidupan rumah tangga yang dia anggap sempurna, jadi ia juga menginginkan hal yang sama.

Serta saat sudah menikah, kemungkinan besar ia akan kaget serta mungkin saja tidak dapat menerima dengan kehidupan berkeluarga yang dijalaninya, dimana kehidupan itu berbeda dengan apa yang ia angankan terlebih dulu. Lantas ia juga menuntut suami agar memenuhi kesempurnaan yang ia kehendaki tanpa memahami kalau semuanya hal tersebut berbeda, masing-masing mempunyai keunggulan serta kekurangan sendiri-sendiri, termasuk juga dalam suatu keluarga.

3. Memungkiri semua bentuk kebaikan yang dilakukan suami kepadanya

Islam begitu memuliakan seseorang wanita, bahkan juga dalam islam seseorang ibu mempunyai 3x lipat hak untuk lebih dihormati dari pada seseorang bapak serta surga ada dibawah telapak kaki seseorang ibu. Walau demikian Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah menyebutkan kalau sebagian besar penghuni neraka yaitu para wanita. Kenapa bisa seperti itu?

Salah satu penyebabnya seseorang wanita jadi penghuni neraka yaitu karena kekufurannya atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Dalam hal semacam ini yaitu karena mereka memungkiri semuanya kebaikan yang sudah dikerjakan oleh suami pada mereka.

Umpamanya saja, seseorang suami senantiasa berupaya lakukan kebaikan pada istrinya, walau demikian istri melihat suatu hal yg tidak disukai dari suami, maka ia juga mengatakan kalau tak ada sedikitpun kebaikan yang bisa ia lihat dari sang suami.

4. Tidak sukai pada keluarga suami

Hubungan pernikahan bukan sekedar mempunyai tujuan untuk menyatukan dua insan yakni lelaki dan perempuan kedalam hubungan yang sah, walau demikian satu pernikahan juga mempunyai tujuan untuk menjadikan satu dua keluarga. Kecintaan, kasih sayang, serta penghormatan seorang suami juga akan makin bertambah jika istrinya dapat meletakkan dirinya dengan baik dalam keluarga si suami.

Walau demikian kadang-kadang seseorang istri menuntut supaya perhatian serta kasih sayang suami cuma diperuntukkan kepadanya saja, tanpa ada memahami kalau suami juga mempunyai keharusan untuk berbakti pada orangtuanya. Perihal ini pula yang seringkali mengakibatkan kecemburuan istri pada keluarga suami serta berusaha untuk menghindari suami dari keluarganya.

5. Hilangnya rasa Qona’ah serta ridho istri pada apa yang diberikan suami

Kadang-kadang, meskipun suami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk dapat penuhi hasrat sang istri, walau demikian saat hasrat itu tidak terwujud, malah apa yang ia kerjakan tadi dipandang sia-sia oleh istrinya. Mengapa? Karena istri berasumsi kalau usaha yang dikerjakan suami kurang, bahkan juga cuma dipandang main-main. Ia tidak dapat mengerti kalau tiap-tiap orang, termasuk juga suaminya mempunyai keterbatasan kemampuan untuk melakukan sesuatu.

6. Mengungkit-ungkit kebaikan yang dikerjakan

Tidak bisa disangkal kalau tiap-tiap orang, termasuk juga seseorang istri sempat melakukan kebaikan, walau cuma sebiji kurma. Walau demikian juga akan jadi satu bentuk kedurhakaan jika seseorang istri mengungkit-ungkit kebaikan yang sudah ia kerjakan pada suami atau keluarganya, bahkan juga berasumsi kalau kebaikan yang dikerjakan suami terhadapnya tidak semakin besar dari kebaikan yang ia kerjakan. Hal semacam ini pasti juga akan menyakiti perasaan sang suami.

7. Cemburu yang berlebihan

Ciri ciri istri durhaka pada suami setelah itu terletak pada rasa kecemburuan, hal semacam ini banyak tidak diakui oleh beberapa istri. Satu diantara sifat alami manusia, terlebih kaum wanita yaitu cemburu. Cemburu bisa saja, asal mempunyai basic serta masih tetap ada dalam batas kewajaran. Rasa cemburu seseorang istri pada suaminya menurut syariat islam yaitu jika suami melakukan kemaksiatan seperti berzina, mendzalimi istri, kurangi hak-hak istri, serta lain sebagainya.

Rasa cemburu seseorang istri juga akan jadi satu bentuk kedurhakaan pada suami jika cemburu itu tidak mempunyai basic berbentuk kenyataan atau bukti serta cemburu yang terlalu berlebih (cemburu buta).

8. Kurang atau tidak dapat melindungi perasaan suami

Seorang istri yang baik mesti senantiasa berupaya menyenangkan suaminya, seperti tunjukkan muka yang ramah, tidak bermuka masam, dan sejuk saat suami memandangnya.

Diluar itu, istri harus juga senantiasa melindungi perbuatan serta ucapannya supaya tidak menyakiti hati suami, umpamanya tidak mencaci, sukai mengkritik, berbicara keras, ataupun seringkali menyudutkan suami. Hal semacam ini juga akan buat perasaan suami terluka.

9. Sangat repot dengan aktivitas diluar rumah

Tak ada kelirunya bila sorang istri mempunyai aktivitas diluar tempat tinggal, walau demikian setiap saat beraktivitas itu, istri mesti memperoleh ijin dari suami serta tidak bisa meremehkan pekerjaan dan tanggungjawabnya dirumah.

10. Kurang atau tidak dapat menjaga penampilan

Seseorang istri mesti dapat menjaga penampilannya dimuka suami, bukan sekedar saat ia tengah melancong ke luar rumah. Bila seseorang istri tampak kotor, lusuh, serta bau saat ada dihadapan suami, jadi tidaklah heran bila lama kelamaan suami juga akan jadi tidak kerasan dirumah. Walau demikian juga adalah hal yg tidak baik jika seorang istri sangat sibuk berdandan hingga lupa juga akan kewajibannya jadi istri.

"Seketika Dpt Untung dari Dropship"Action
+ +