Vidskippy 2.0

Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyarankan umatnya berbuka dengan kurma. Beliau juga mencontohkan sendiri bagaimana berbuka dengan kurma. Di masa modern ini, di ketahui dengan ilmiah keajaiban berbuka dengan kurma.

Hadits Berbuka dengan Kurma :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ, فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى مَاءٍ, فَإِنَّهُ طَهُورٌ

“Jika kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan tamr (kurma kering). Jika tidak dapati kurma, maka berbukalah dengan air karena air itu mensucikan.” (HR. Ibnu Majah, Abu Dawud, An Nasai, Tirmidzi, dan Ahmad)
Dalam hadits ini Rasulullah menyarankan umatnya untuk berbuka dengan kurma kering (tamr). Bila tak ada kurma, berbuka dengan air putih.

Dalam hadits lain tersirat kalau berbuka dengan kurma basah (ruthab) lebih paling utama dari pada kurma kering (tamr).

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthab (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Keterangan Ibnu Qayyim Al Jauziyah

Ibnu Qayyim Al Jauziyah menerangkan kalau Rasulullah umum berbuka puasa dengan ruthab, atau tamr, atau air.

“Ini adalah menu yang begitu baik untuk kesehatan, ” jelas Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma’ad, “karena puasa mengosongkan makanan dari lambung hingga liver tidak bisa temukan materi yang bisa diserapnya serta didistribusikan ke semua kemampuan serta organ badan. Kurma, terutama ruthab, cepat hingga ke liver hingga dapat digunakan serta untuk kemampuan yang lain. ”

Keajaiban Ilmiah

Pernah nampak pertanyaan mengenai berbuka dengan kurma. Kenapa Rasulullah menyarankan berbuka dengan kurma sedang kurma itu manis. Apakah tidak menambah kandungan gula serta membahayakan pasien diabetes?

Yang pertama kalinya butuh di perhatikan, Rasulullah tidak pernah mensabdakan berbukalah dengan yang manis. Tetapi, dengan kurma. Bila tak ada kurma, menurut pendapat yang kuat dari beberapa ulama, tidak lalu lalu ditukar dengan yang manis (umpamanya sirup), tetapi ditukar dengan air seperti hadits-hadits diatas.

Sesudah di teliti, salah satunya menurut riset yang diambil Tribunnews, indeks glisemik kurma termasuk menengah serta karenanya buah ini aman dikonsumsi oleh penyandang diabetes. Diluar itu, gula kurma dapat diserap badan dengan perlahan-lahan hingga gula darah juga pelan saja.

"Seketika Dpt Untung dari Dropship"Action
+ +